Kamis, 18 Desember 2008

potret hidup


sMIle foR lifE

tebarkan lah senyuman sejukan nuansa insan
redamkan kemaran jagalah slalu perdamaian
hadapilah cobaan yakinnya satu jalan
percayakan pertolongan tuk insan yang lurus dijalan-NYA

HIDUP KAN TERASA INDAH
dg sgala rahmat-NYA
HIDUP KAN TERASA MUDAH
dngn sgala pertolongan-NYA

Selasa, 09 Desember 2008

kebahagiaan sejati


Banyak orang yang sukar untuk mendapatkan kebahagiaan karena mereka berusaha untuk mencari kebahagiaan external, yaitu kebahagiaan yang dirasakan apabila mereka berhasil mendapatkan atau meraih sesuatu yang di luar dirinya. Sesuatu tersebut bisa berupa harta benda duniawi, ketenaran, nama baik, harga diri, kekuasaan, dsb. Apabila seseorang mendefinisikan kebahagiaan seperti ini, maka kebahagiaan yang didapat adalah kebahagiaan semu dan bersifat sementara. Biasanya kebahagiaan tersebut berlangsung dalam tempo yang singkat.

Banyak orang yang tidak menyadari bahwa kebahagiaan dapat digali dari dalam diri tiap-tiap pribadi atau disebut juga dengan kebahagiaan internal. Apabila seseorang telah berhasil menemukan kebahagiaan internalnya, maka orang tersebut akan selalu merasakan bahagia dalam hidupnya, apa pun yang terjadi dalam hidupnya. Kebahagiaan internal ini tercapai apabila kita dapat selalu merasakan ketenangan, kedamaian, dan suka cita dalam segala situasi. Orang yang telah menemukan kebahagiaan internal biasanya dapat selalu menerima kenyataan yang terjadi dalam hidupnya dengan besar hati

the mision of life

Untuk apa manusia dilahirkan ke dunia ini? Di manakah ia sebelum dilahirkan? Dan untuk apa ia dimatikan? Inilah persoalan setiap orang yang perlu dijawab dengan dengan hati-hati dan adil. Tepat jawabannya maka tepatlah tujuan hidup yang dipilihnya. Salah jawabannya salah pulalah tujuan hidupnya.

Melihat kepada kelompok-kelompok manusia yang berbagai nama dan ragamnya kita dapat mengetahui apakah tujuan hidup masing-masing. Lain kelompok lain pula tujuan yang ingin dicapainya. Ada yang ingin menjadi penguasa di muka bumi, ada ingin menyebarkan pengaruh, ada yang ingin menjayakan banga dan negara, ada yang ingin mencapai kekayaan, mengembangkan ilmu pengetahuan dan lain sebagainya. Alangkah banyaknya tujuan hidup yang dibuat oleh manusia. Mungkin sebanyak manusia itu sendiri. Namun pada umumnya, melihat kepada sikap hidupnya, manusia di seluruh pelosok bumi ini cenderung menjadikan hidupnya untuk :
1. Makan, minum, berumah tangga, berketurunan, tua, kemudian mati. Itu saja. Oleh karena itu yang menjadi permasalahan adalah bagaimana mencari uang untuk keperluan-keperluan tadi. Bekal hidup di akhirat tidak diperhitungkan lagi. Tuhan tidak penting lagi. Hanya saja di saat susah barulah teringat dan minta tolong kepada Tuhan. Apabila telah berhasil, selamat tinggallah Tuhan.
2. Sebagian manusia lagi menjadikan tujuan hidupnya selain untuk makan minum, dan berumah tangga, juga untuk mendapatkan kuasa. Dengan kuasa tersebut diharapkan bisa menguasai atau mempengaruhi bangsa dan kolompok lain di dunia. Cita-cita dan tujuannya adalah menjadi tuan terhadap manusia lain di dunia. Maka terjadi perjuangan untuk menjatuhkan penguasa-penguasa lain atau untuk menaklukkan daerah yang belum dikuasai. Kelompok ini sanggup mengorbankan tenaga, harta dan jiwa raga bahkan membunuh dan berperang untuk mencapai tujuannya.
3. Sebagian yang lain menjadikan tujuan hidupnya untuk mencari kemuliaan diri. Yaitu dengan menunjukkan kelebihan dan berbanggabangga. Karena dengan demikian akan muncul rasa mulia dan akan dimuliakan orang lain. Jangan sampai terhina dan dihinakan. Atas tujuan inilah manusia rela bersusah payah mencari kelebihan baik harta benda, ilmu pengetahuan, pangkat, gaji, kecantikan, popularitas dan lain-lain.

Dengan tujuan-tujuan hidup tersebut dapat kita lihat hasilnya pada kehidupan manusia, kekacauan terjadi di sana-sini, perebutan harta dan kekuasaan, hasad dengki, prasangka buruk, fitnah, amarah, peperangan, perebutan wilayah dan sumberdaya alam, yang kuat makin kuat menganiaya yang lemah dan yang lemah terbiar menimbulkan masalah, kesenjangan sosial, rusaknya moral masyarakat, pergaulan bebas karena tidak mampu mengendalikan nafsu melanda masyarakat tanpa pandang tingkat pendidikan dan lain-lain. Melihat kenyataan ini manusia patut untuk berpikir ulang dan mencari di manakah letak kekeliruannya.Jika melihat dari asal kejadiannya dan kesudahan hidup kita kelak, orang yang bijak akan menyadari bahwa kehidupan kita yang sebenarnya bukan di dunia ini. Dunia ini hanyalah jembatan saja menuju ke kehidupan akhirat, tempat asal kita. Marilah kita coba merujuk kepada Tuhan yang telah menciptakan manusia dan alam semesta ini, yang membekali manusia dengan hati ( jiwa atau ruh ), akal dan nafsu.

“Tidak Aku jadikan jin dan manusia melainkan untuk menyembahKu” (Az Zaariyat: 53)

“Sesungguhnya Kami telah mengilhamkan kepada jiwa itu dua jalan yaitu jalan kefasikan dan jalan ketaqwaan.” (Asy Syam: 8)

“Sesungguhnya nafsu itu sangat mengajak kepada kejahatan.” (Yusuf: 53)

“Apakah tidak engkau perhatikan orang-orang yang mengambil hawa nafsu sebagai Tuhan, lalu dia disesatkan ALLAH.” ( Al Jaasyah: 23)

Maknanya, Tuhan mengajarkan kepada kita bahwa tujuan hidup manusia adalah untuk menuju kepadaNya. Dan untuk memudahkan hal itu maka Tuhan membekali dengan jiwa yang bertaqwa dan akal untuk memikirkan, mengkaji dan memilih. Kemudian kembali kepada masing-masing individu untuk memilih tujuan hidupnya, menuju ALLAH atau mengikuti hawa nafsunya.

Oleh karena itu, janganlah kita terkeliru dengan menjadikan dunia sebagai tujuan. Dunia hanya jalan saja. Perbedaan antara tujuan dan jalan adalah bahwa tujuan hanya satu dan harus dicapai sedangkan jalan bisa bermacam-macam menurut keperluan. Jika jalan bertentangan dengan tujuan, baik dalam niatnya, perkaranya, caranya, atau hasilnya, janganlah jalan itu digunakan. Pastilah kita tidak pernah sampai di tujuan. Ibarat orang di perantauan, pasti kita semua ingin kembali dengan selamat ke kampung halaman. Tentunya tidak ada yang menginginkan tertinggal selamanya di perjalanan karena terkeliru dalam menentukan mana jalan mana tujuan. Astaghfirullahaladzim

la tahzan

sdikit bbagi thinking bwt smua pmikir tanah air,

sbenarnya bs dkatakn klo kta mau sdikit bfikir kta tuh g pnya alas an bwt jd pnganut ksedihn yg bnyk ngbisin waktu APALAGI PUTUS ASA,.karna knapa?? krna sbenaryna stiap masalah y kta hadapi pasti ada jalan kluarnya bahkan jalan kluarnya itu lebih banyak drpd masalah itu sndiri..buktinya

“inna maal usri yusran”ssungguhnya dsetiap ksulitan itu pasti ada kmudahan ,bahkan ayat ni diulang 2 kali dalam surat al-insyirah, kt kitab al-fiyah seh ni dsebutnya taukid ato penekanan…

bisa kita analisis kt ‘usri’yg artinya ksulitan ni @ kt yg marifat ato brsifat khusus sdngkan ‘yusran’ yg artinya kmudahan ini golongan katanya @nakirah yg berarti kt ini umum..artinya jk kta pnya satu masalah skalipun masalahnya berat pasti kta pny bnyak cara bwt nyelesainnya,geEtoOO…

yang perlu kta perhatikan@ sikap kta mrwspond masalah trsebut tuh gmna.terserah mau gmna2 ja yang pasti jgn pernah negative thinking, karma didalam tubuh kta terdapa 80 persen air yang mana air itu hidup mngikuti jalan pmikiran kta,klo misalkan kta bfikir gagal mk tubuh kta akan mlakukan kgiatan yg mjurus pd kgagalan.so,jg pmikiran biar g ngawur lbh mantapnya barengi dg jagalah hati……

Minggu, 07 Desember 2008

what is the meaning of life?

Al-Qur`an menjelaskan kepada kita tentang latar belakang kehadiran umat manusia di muka bumi dan bagaimana seharusnya mereka hidup, sehingga kehidupan itu sesuai dengan maksud penciptaan tersebut. Al-Qur`an menjelaskan kewajiban kita kepada Allah dan bagaimana kita akan diberi pahala sesuai dengan amal perbuatan kita. Al-Qur`an-Kitab yang Allah turunkan kepada hamba-hamba-Nya yang mengabdi dengan kasih sayang-menyeru kita pada keindahan, kebenaran, kesucian, dan kebahagiaan abadi. Kualitas kesempurnaan Al-Qur`an ini terdapat dalam banyak ayat,

"Sesungguhnya, pada kisah-kisah mereka itu terdapat pelajaran bagi orang-orang berakal. Al-Qur`an itu bukanlah cerita yang dibuat-buat, akan tetapi membenarkan (kitab-kitab) yang sebelumnya dan menjelaskan segala sesuatu, dan sebagai petunjuk dan rahmat bagi kaum yang beriman." (Yusuf [12]: 111)

"Kitab (Al-Qur`an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa." (al-Baqarah [2]: 2)

Al-Qur`an adalah kitab yang ditujukan kepada manusia di segala usia, sebuah kitab yang berisi semua subjek dasar yang dibutuhkan setiap orang sepanjang hidup mereka, lelaki atau perempuan. Bentuk-bentuk ibadah, pola pikir unik bagi setiap muslim, akhlaq terpuji, perilaku mulia yang harus tampak di wajah saat menghadapi setiap kejadian tak terduga atau pada saat-saat menghadapi kesulitan, pola hidup yang membimbing jiwa dan raga demi hidup sehat, peristiwa kematian, peristiwa di saat roh melalui hari perhitungan, lalu surga dan neraka menanti semua manusia, semua termaktub dalam kitab ini.
Sebagai sumber yang khas bagi semua jawaban dan penjelasan yang mungkin orang pertanyakan tentang keselamatan abadi, Al-Qur`an juga mengandung banyak isyarat dan peringatan penting bagi kehidupan manusia. Allah mengaitkan ciri Al-Qur`an ini dalam ayat,


"... Dan Kami turunkan kepadamu Al-Kitab (Al-Qur`an) untuk menjelaskan segala sesuatu dan petunjuk serta rahmat dan kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri." (an-Nahl [16]: 89)

Sebaliknya, hanya mereka yang berimanlah yang hidup sesuai dengan nilai-nilai Al-Qur`an. Karena itu, Al-Qur`an membimbing mereka dalam cahaya tuntunannya.
Allah menciptakan manusia dan menyampaikan-melalui Al-Qur`an-jalan keluar paling tepat serta semua bentuk informasi yang dibutuhkan untuk menjalani hidup dalam kebaikan kepada semua orang. Karena itu, bila menghadapi kesulitan, sungguh penting bagi mereka yang beriman untuk merujuk pada ayat-ayatnya dan penerapan atas tinjauannya. Tak soal apa latar belakang intelektualitas yang dimiliki seseorang, pengetahuannya tetap saja terbatas, sebab hanya Allah satu-satunya yang melebihi semua makhluk. Manusia dapat meraih ilmu pengetahuan hanya dengan perkenan dan kehendak Sang Maha Pencipta.


"Mereka menjawab, 'Mahasuci Engkau, tidak ada yang kami ketahui selain dari apa yang telah Engkau ajarkan kepada kami; sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mengetahui lagi Mahabijaksana.'" (al-Baqarah [2]: 32)

Dengan mengacu pada ayat-ayat ini, mereka yang ingin menelusuri satu kehidupan nan indah di dunia hendaklah melekatkan diri pada prinsip-prinsip Al-Qur`an. Dengan berbuat demikian, mereka akan meraih "kearifan", satu kualitas yang hanya dimiliki oleh orang-orang yang senantiasa ingat dan takut kepada Allah. Kearifan (kebijaksanaan) inilah yang memungkinkan mereka memperoleh kehidupan paling terhormat, merasakan bahagia dan damai, dan-yang paling penting-meraih tujuan mulia atas keberadaan mereka di bumi. Yang harus mereka lakukan adalah berserah diri kepada Allah dan Al-Qur`an; menekuni dan meneliti perintah-perintah dan nasihatnya, mencermati maksudnya, dan mengamalkannya.
Buku ini merupakan hasil renungan atas makna-makna yang terangkum dalam Al-Qur`an dan keindahan yang disajikan ke dalam kehidupan manusia. Ia hendak membantu para pembaca yang menekuni Al-Qur`an, sehingga mereka dapat meraih kehidupan yang sesungguhnya, yang sesuai dengan makna-makna hakiki yang terkandung dalam ajaran-ajaran itu.

komat kamit

blog ini dibuat untuk mewadahi berbagai karya seorang penulis terkenal dengan thinking skill-nya yang standar namun diatas rata-rata. sekian








penulis
laila kh nida